Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Hallo teman teman... di sini saya akan memperkenalkan kegiatan saya
di Yogyakarta setelah pulang dari kampus khususnya hari Selasa, Rabu, Jum’at,
dan Sabtu yaitu mengajar di TPA AL-IHSAN.
Kegiatan TPA ini dilakukan setiap sore yaitu jam 16.30 sampai 18.00
karena sholat magrib bersama di Masjid Da’watu Islam (tempat kegiatan TPA itu
berlangsung). Setelah selesai sholat magrib, anak anak dibimbing untuk berdoa
lalu pulang kerumah masing masing dengan diantar oleh para ustad ustadzahnya
dengan alasan untuk menjaga keselamatan para santriwan santriwati agar selamat
sampai tujuan.
Kalian pengen tau nggak sih kenapa kok saya milih kegiatan ngajar
TPA ?? Padahal hal itu sangat biasa dan butuh kesabaran yang luar biasa karena
anak anak masih sangat kecil ,bandel dan manja banget.. huftt pokoknya harus
sabar lah hehehe.... dan kegiatan ngajar
ini mungkin bagi kalangan muda tidak menarik atau bahkan biasa saja karena
tidak dikasih biaya (jasa mengajar), dan kegiatan ngajar ini bukan salah satu
bisnis yang ingin menambah uang, apalagi anak kos .. wkwkw.. Ingat yaaa.. tata
niat kalian, niatin aja untuk mencari Ridho Allah dengan cara mengamalkan ilmu
yang sudah kita dapat dari kecil dulu, dan dengan kegiatan mengajar ini kalau
kita ikhlas kita juga bisa nyicil untuk amal jariyah kita di akhirat kelak. Dan
perlu kalian tau ya teman teman .... kita itu tidak di bayar tidak masalah yang
terpenting anak anak bisa semangat dalam mempelajari Al Qur’an dan mempunyai
karakter yang baik kepada orang tua dan sesama manusia. Karena saya sebagai
salah satu ustadzah disana juga miris melihat perkembangan global dunia yang
semakin modern, dengan munculnya berbagai alat elektronik yang bisa menggiurkan
anak muda misal adanya gadget. Dengan gadget anak bisa malas mengikuti kegiatan
mengaji, dan yang sangat menyedihkan yaitu anak anak yang sudah masuk jenjang
SMP SMA sangat tidak peduli dengan cara mengaji al qur’an mereka, mereka sudah
disibukkan dengan urusan dunia masing masing, dan mereka tidak peduli bisa atau
tidak cara baca al qur’an dengan benar , yang terpenting bagi mereka adalah
mendapat prestasi dengan mengikuti berbagai bimbel di luar sekolah sampai larut
malam dan tidak ada waktu untuk mengaji. Maka dari pengalaman itu saya berpikir
untuk membentengi anak anak yang masih kecil untuk dibimbing dengan cara baca
al qur’an dan menanamkan ajaran akhlak yang baik untuk menghadapi tantangan
zaman masa depan mereka.
Di TPA Al-Ihsan itu mempunyai 3 kelas yaitu kelas Abu Bakar, kelas
Umar, dan kelas Utsman. Kelas Abu bakar itu diisi oleh anak anak yang masih TK,
PAUD, bahkan anak yang belum sekolah. Dikelas ini diajarkan cara membaca iqra’ (huruf hijaiyah) yang paling dasar
serta diajari tata cara berwudhu dan sholat lewat lagu lagu,, agar menarik
untuk anak anak dan mudah dihafal.
Kelas Umar diisi oleh anak SD kelas 1-4. Dikelas ini mulai
diajarkan cara membaca Al Qur’an sesuai panjang pendeknya dan pelajaran tentang
sejarah keislaman.
Kelas Utsman diisi oleh anak SD kelas 5-6. Dikelas ini diajarkan
cara baca Al Qur’an sekaligus menghafalkan surah surah pendek dan materi
tentang akhlak.
Sedangkan pada hari Sabtu itu kita melakukan pengembangan. Kegiatan
pengembangan ini meliputi tadabur alam, mewarnai, dan nonton film.
Baiklah teman teman dari cerita diatas saya bisa menarik kesimpulan
bahwa usaha membina baca tulis Al-Qur’an anak-anak bukanlah hal yang mudah, maka
dari itu hendaklah dimulai sejak usia dini dan secara kontinyu (terus menerus).
Dalam hal ini kehadiran taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) sangat dibutuhkan
sekali untuk membantu mengembangkan potensi anak kearah pembentukan sikap,
pengetahuan dan keterampilan keagamaan, melalui pendekatan yang disesuaikan
dengan lingkungan dan taraf perkembangan anak terutama dalam hal baca tulis
Al-Qur’an.
hmmm... itulah cerita saya teman teman. Semoga bermanfaat bagi yang
membacanya dan bisa dijadikan gambaran bagi para ustad dan ustadzah untuk
tambah semangat dalam membimbing anak anak dan selalu diberikan kesabaran.
Aamiin ..
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.






