Senin, 23 Oktober 2017

Jangan Lupa Baca Al-Qur'an

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Hallo teman teman... di sini saya akan memperkenalkan kegiatan saya di Yogyakarta setelah pulang dari kampus khususnya hari Selasa, Rabu, Jum’at, dan Sabtu yaitu mengajar di TPA AL-IHSAN.
Kegiatan TPA ini dilakukan setiap sore yaitu jam 16.30 sampai 18.00 karena sholat magrib bersama di Masjid Da’watu Islam (tempat kegiatan TPA itu berlangsung). Setelah selesai sholat magrib, anak anak dibimbing untuk berdoa lalu pulang kerumah masing masing dengan diantar oleh para ustad ustadzahnya dengan alasan untuk menjaga keselamatan para santriwan santriwati agar selamat sampai tujuan.
Kalian pengen tau nggak sih kenapa kok saya milih kegiatan ngajar TPA ?? Padahal hal itu sangat biasa dan butuh kesabaran yang luar biasa karena anak anak masih sangat kecil ,bandel dan manja banget.. huftt pokoknya harus sabar lah hehehe....  dan kegiatan ngajar ini mungkin bagi kalangan muda tidak menarik atau bahkan biasa saja karena tidak dikasih biaya (jasa mengajar), dan kegiatan ngajar ini bukan salah satu bisnis yang ingin menambah uang, apalagi anak kos .. wkwkw.. Ingat yaaa.. tata niat kalian, niatin aja untuk mencari Ridho Allah dengan cara mengamalkan ilmu yang sudah kita dapat dari kecil dulu, dan dengan kegiatan mengajar ini kalau kita ikhlas kita juga bisa nyicil untuk amal jariyah kita di akhirat kelak. Dan perlu kalian tau ya teman teman .... kita itu tidak di bayar tidak masalah yang terpenting anak anak bisa semangat dalam mempelajari Al Qur’an dan mempunyai karakter yang baik kepada orang tua dan sesama manusia. Karena saya sebagai salah satu ustadzah disana juga miris melihat perkembangan global dunia yang semakin modern, dengan munculnya berbagai alat elektronik yang bisa menggiurkan anak muda misal adanya gadget. Dengan gadget anak bisa malas mengikuti kegiatan mengaji, dan yang sangat menyedihkan yaitu anak anak yang sudah masuk jenjang SMP SMA sangat tidak peduli dengan cara mengaji al qur’an mereka, mereka sudah disibukkan dengan urusan dunia masing masing, dan mereka tidak peduli bisa atau tidak cara baca al qur’an dengan benar , yang terpenting bagi mereka adalah mendapat prestasi dengan mengikuti berbagai bimbel di luar sekolah sampai larut malam dan tidak ada waktu untuk mengaji. Maka dari pengalaman itu saya berpikir untuk membentengi anak anak yang masih kecil untuk dibimbing dengan cara baca al qur’an dan menanamkan ajaran akhlak yang baik untuk menghadapi tantangan zaman masa depan mereka.

Di TPA Al-Ihsan itu mempunyai 3 kelas yaitu kelas Abu Bakar, kelas Umar, dan kelas Utsman. Kelas Abu bakar itu diisi oleh anak anak yang masih TK, PAUD, bahkan anak yang belum sekolah. Dikelas ini diajarkan cara membaca  iqra’ (huruf hijaiyah) yang paling dasar serta diajari tata cara berwudhu dan sholat lewat lagu lagu,, agar menarik untuk anak anak dan mudah dihafal.
Kelas Umar diisi oleh anak SD kelas 1-4. Dikelas ini mulai diajarkan cara membaca Al Qur’an sesuai panjang pendeknya dan pelajaran tentang sejarah keislaman.
Kelas Utsman diisi oleh anak SD kelas 5-6. Dikelas ini diajarkan cara baca Al Qur’an sekaligus menghafalkan surah surah pendek dan materi tentang akhlak.
Sedangkan pada hari Sabtu itu kita melakukan pengembangan. Kegiatan pengembangan ini meliputi tadabur alam, mewarnai, dan nonton film.
Baiklah teman teman dari cerita diatas saya bisa menarik kesimpulan bahwa usaha membina baca tulis Al-Qur’an anak-anak bukanlah hal yang mudah, maka dari itu hendaklah dimulai sejak usia dini dan secara kontinyu (terus menerus). Dalam hal ini kehadiran taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) sangat dibutuhkan sekali untuk membantu mengembangkan potensi anak kearah pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan keagamaan, melalui pendekatan yang disesuaikan dengan lingkungan dan taraf perkembangan anak terutama dalam hal baca tulis Al-Qur’an.
hmmm... itulah cerita saya teman teman. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya dan bisa dijadikan gambaran bagi para ustad dan ustadzah untuk tambah semangat dalam membimbing anak anak dan selalu diberikan kesabaran. Aamiin ..

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.













Senin, 16 Oktober 2017


Berkembangnya dunia pertelevisian menuntut dibutuhkannya tenaga kerja penyiaran yang profesional. Pengetahuandanwawasanmengenaikemampuanmanajerial produksi TV, dan penguasaanakankonsepstrategimanajemenproduksisiaranTV dibutuhkan mahasiswa agar memilikikemampuanuntukmerancangmanajemenproduksi siaran TV yang baik dan berdaya saing.
SUKA TV kembali mengadakan Workshop Pengenalan Produksi Siaran Televisi bagi calon crew generasi 10. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk program acara televisi ini, mengusung tema “Inspiration”, yang diikuti lebih dari 100 mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Manajemen Dakwah (MD), Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), dan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Sabtu(16/9) kemarin.
Workshop Pengenalan Produksi Siaran Televisi telah diadakan sebanyak 7 kali sejak tahun 2011. Sebelumnya, mereka telah melalui proses pendaftaran pada Open Recruitment Generasi 10 SUKA TV yang dibuka sejak tanggal 28 Agustus – 10 September 2017 untuk seluruh mahasiswa semester 1 dan 3 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018.
Setelah Workshop ini, harapannya agar mahasiswa dapat menjadi sumber inspirasi bagi sesamanya. Kemudian peserta akan mengikui serangkaian proses kegiatan Pengenalan Produksi Siaran Televisi bersama mentor-mentor dari SUKA TV sampai bulan November 2017, bertempat di Pusat Pengembangan Teknologi Dakwah (PPTD).(Euis-Khabib/humas)
Sumber

Profil Penulis

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Hallo Gays.....
Perkenalkan nama saya Nur Laili,, yang berati cahaya malam .... bagus kan ?? hehehe... jangan menganggap bahwa arti nama saya itu lilin, lampu, atau apalah itu... Jangan ya gays ... hehehe
Alamat rumah saya yaitu Desa Rembang Kec.Ngadiluwih Kab. Kediri Provinsi Jawa Timur... Kenapa saya tinggal di Kediri ?? Hayooo kenapa ?? Tau nggak ?? hehe ...
iya alasannya karena saya lahir di Kediri ... hehe,, mungkin kalau saya lahir di Australia saya tinggal di Australia hehe.. nggak nggak.. tapi saya bersyukur lahir di Kediri Jawa Timur.. Karena Kediri itu tempat yang nyaman untuk singgah dan strategis banget deh pokoknya.. ayoo main ke Kediri gays...
Tempat tanggal lahir saya yaitu : Kediri 11 Juni 2000,, ehhhhh... salah .. 1998 .. pengen muda terus aja,, gaya gaya ganti tahun lahir hehe...
Saya berasal dari MAN 3 KOTA KEDIRI,, tapi sayang ..... sekolah saya sekarang berganti nama menjadi MAN 2 KOTA KEDIRI... hmmm, susah move on nih dari nama MAN 3 KEDIRI,, karena banyak kenangan kenangan manis .. wkwk
Saya sekarang melanjutkan jenjang pendidikan di UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Jurusan Hukum Tatanegara
Fakultas Syari'ah dan Hukum
Sekian yaaa gays..
Salam Kenal
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Berikut ini Foto Profil saya


  Persembahan Vidio